
DETEKSIJAYA.COM – Dalam rangka memastikan umat Islam dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dengan tenang dan nyaman, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar operasi penertiban minuman keras (miras) beralkohol di delapan wilayah kecamatan, Jumat (20/2).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum, seperti tawuran maupun tindak kriminalitas lainnya yang kerap dipicu peredaran miras ilegal di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Lapangan Apel Kantor Wali Kota Jakarta Barat yang dipimpin Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Jakarta Barat, Holi Susanto, didampingi Kasatpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama.
Sebanyak 174 personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, unsur TNI Subgarnisun, serta Polri dari Polres Metro Jakarta Barat disiagakan untuk menyisir peredaran minuman beralkohol ilegal di sejumlah titik permukiman warga.

Kasatpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, menjelaskan bahwa fokus utama penertiban adalah pedagang maupun tempat usaha yang mengedarkan minuman beralkohol tanpa izin resmi (ilegal) dan keberadaannya meresahkan lingkungan sekitar.
“Operasi ini akan kami lakukan secara berkala, bisa satu minggu dua kali atau dua minggu sekali, menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi pihak yang kedapatan melanggar ketentuan perizinan, petugas akan melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan memprosesnya melalui sidang yustisi pada triwulan mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Pemerintahan Jakarta Barat, Holi Susanto, dalam arahannya menekankan pentingnya profesionalisme seluruh petugas di lapangan. Ia meminta agar operasi dilakukan secara persuasif dan humanis, namun tetap tegas dalam menegakkan aturan.
Melalui komitmen dan sinergi antar unsur ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap angka kriminalitas dan gangguan ketertiban umum dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat memaknai bulan Ramadan dengan penuh kedamaian, kenyamanan, dan rasa aman.
Selain penertiban, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan yang berlaku. Pendekatan persuasif dikedepankan, terutama kepada para pelaku usaha agar menyesuaikan jam operasional sesuai ketentuan selama bulan Ramadan.
Operasi gabungan ini akan terus dilakukan secara rutin hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Barat tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merasakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.












































