
JAKARTA, DETEKSIJAYA.COM – Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) menggelar silaturahmi nasional sekaligus meluncurkan logo Musyawarah Nasional (MUNAS) VI APKLI-P. Acara yang berlangsung di Jakarta Barat, Minggu (9/11/2025), menjadi momentum penting konsolidasi organisasi dalam memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 8 persen pada tahun 2029 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Seruan Persatuan dan Semangat Kebangsaan
Dalam sambutannya, dr. Ali Mahsun menyerukan kembali pentingnya persatuan nasional sebagaimana diwariskan para pahlawan bangsa.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dan terkuat di dunia. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang tunduk pada tekanan asing. Semua kekayaan alam yang melimpah harus dikelola tanpa kebocoran, demi kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa transparansi dan keberpihakan pada rakyat dalam pengelolaan sumber daya nasional dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai bahkan melampaui 10 persen.
“Setiap bayi yang lahir di negeri ini semestinya mendapat jaminan masa depan. Dengan pengelolaan sumber daya yang benar, setiap bayi bisa punya saldo awal Rp15 juta. Realita sekarang justru paradoks karena distorsi tata kelola sejak Indonesia merdeka,” tegasnya.
Dukungan untuk Kedaulatan Ekonomi Rakyat
Ketua Umum APKLI-P itu juga menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan kedaulatan ekonomi rakyat, termasuk petani, nelayan, PKL, dan pelaku UMKM.
“APKLI-P berada di garda terdepan menyiapkan dan mendampingi 100 juta PKL dan UMKM hingga 2030 sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Ini prasyarat penting menyongsong puncak bonus demografi 2030,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi keperpihakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam penguatan ekonomi rakyat melalui integrasi pasar rakyat dengan pelaku UMKM hingga tingkat RW.
Instruksi Revitalisasi 4,1 Juta Warung Kelontong
Dalam kesempatan itu, dr. Ali Mahsun menginstruksikan percepatan revitalisasi 4,1 juta warung kelontong rakyat di seluruh Indonesia. Ia juga mendorong pengembangan Warung Kelontong Betawi (Warkobi) di setiap RW.
“Khusus DKI Jakarta, minimal tiga Warkobi harus hadir di tiap RW. Ini bukti nyata kemandirian ekonomi rakyat,” tandasnya.
Doa Bersama dan Peluncuran Logo MUNAS VI
Acara ditutup dengan Doa Bersama dan pemotongan Tumpeng Nusantara untuk keselamatan bangsa di tengah tantangan global. Doa juga dipanjatkan untuk kesehatan dan keselamatan Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin Indonesia hingga 2029.
Dengan semangat Hari Pahlawan, dr. Ali Mahsun kemudian secara resmi meluncurkan Logo MUNAS VI APKLI-P Tahun 2026 dengan symbol mencoblos menggunakan Bambu Runcing sebagai penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
“Perjuangan besar para pahlawan akan terus kami lanjutkan,” tegasnya.












































