
SERANG BANTEN, DETEKSIJAYA.COM – Berawal dari rasa keprihatinanya melihat sampah- sampah yang berserakan dan rumput liar di sertai alang alang yang tumbuh subur di area pemakaman di wilayahnya di Kp Wanasari Sabrang, Desa Junti, Kecamatan Jawilan,Kabupaten Serang – Banten.
Pak Nana dengan sukarela mendedikasikan hidupnya untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan dan area pemakaman tersebut selama bertahun-tahun.Minggu,(30/11/2025).
Bertahun-tahun Pak Nana menjalani aksinya, tentu banyak yang dihadapi. Ia mengakui bahwa yang beliau lakukan tidak mudah dan belum tentu yang lain mau melakukan. Apa lagi, banyak orang yang tidak peduli dengan masalah sampah. Mereka tutup mata dengan masalah ini.
Beliau juga menuturkan, “Untuk merubah perilaku orang lain itu sangat sulit. Kalau bapak, yang penting kita tunjukkan lewat perbuatan. Kalau kita sendiri tidak berbuat, jangan harap kita bisa menyuruh orang berubah.”
Berkaca dari kondisi masyarakat saat ini, Rasanya pernyataan beliau sangat relevan. Perubahan perilaku butuh waktu, sistem, kemauan, dan aksi yang ditunjukkan lewat perbuatan sehari-hari.
Ia memulai membersihkan lingkungan sejak jam 8 pagi. Berbekal alat seadanya pak Nana mulai membakar sampah yang sudah ia kumpulkan di satu tempat yang ia buat sendiri, sambil menunggu sampah yang di bakar habis, pak nana memotong dan mencakul rumput yang sudah panjang di area pemakaman.

tidak hanya mengambil sampah di tepi jalan, ia juga membersihkan saluran air dari sampah. Kebanyakan sampah yang dibersihkan adalah sampah rumah tangga dan plastik. Sampah yang terkumpul selanjutnya ia buang ke Tempat pembakaran sampah.
Pak Nana selalu menjalankan aksinya dengan ikhlas. Baginya, kepuasan batin jadi sudah sangat cukup atas dedikasinya. Ia tak pernah mengharapkan keuntungan materil. Ia merasa rezeki yang dia miliki saat ini sudah cukup untuk hidupnya. Biar aksi yang dilakukannya jadi ladang pahala dan amal yang ia lakukan semasa hidup.
Selama menjalankan aksinya Pak Nana menyadari, memang beberapa wilayah yang ia bersihkan jadi lebih bersih. Namun, masih sangat banyak di desa junti yang kotor tercemar sampah. Oleh karena itu, dirinya saja tidak cukup untuk jadi solusi masalah sampah.
Beliau berpendapat, “Masalah sampah itu salah satu cara menyelesaikannya dengan membuat sistem pendidikan sampah yang baik. Kenapa pendidikan? Supaya generasi selanjutnya punya pola pikir bijak kelola sampah. Pola pikir itu jadi bekal untuk merubah perilaku”.
Selain itu, beliau juga mengharapkan pemerintah desa membentuk satu institusi khusus yang menangani masalah sampah di desa junti, Karena masalah sampah sudah terlalu kompleks, butuh fokus yang tinggi untuk mengejar solusi.
Ia juga berharap kedepannya ada orang-orang yang meneruskan perjuangannya. Dirinya memegang nilai kebersihan sebagian dari iman untuk beraksi.
Semoga generasi penerus bisa punya nilai masing-masing yang dipegang untuk memberikan kontribusi. Bergerak Bersama Kami untuk ciptakan perubahan.ujarnya sambil meneguk air minum.












































