KARAWANG | DETEKSIJAYA.COM – Surat undangan Sekolah SMPN 1 Tirtajaya (tanggal 27 Juli 2022) kepada orang tua/wali siswa yang bersifat penting karena ada yang ingin dimusyawarahkan mengenai kegiatan belajar, namun ujung dari musyawarah tersebut adalah penggalangan dana dari para orang tua/wali siswa SMPN 1 Tirtajaya yang di bicarakan oleh Ketua Komite.
Dugaan pungutan dana itu akan digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah, perbaikan Pos Satpam, toilet siswa dan kegiatan lainnya.
Orang tua/wali siswa diminta sebesar Rp.600 ribu, dan akhirnya diminta kesepakatannya antara Rp.300 ribu hingga Rp.400 ribu per siswa. Orang tua siswa diminta menandatangani surat pernyataan yang telah disediakan oleh pihak sekolah di atas materai yang dibawa oleh masing – masing para orang tua/wali siswa.

Penggalangan dana yang dipelopori Komite Sekolah itu terasa sangat terbebani bagi sebagian orang tua/wali siswa, yang akhirnya menjadi polemik dan perbincangan di publik.
Penggalangan Dana di SMPN 1 Tirtajaya tidak hanya di kelas VII saja, akan tetapi di semua kelas (kls VII, kls VIII dan kls IX) sehingga menjadi perhatian awak media.
Persoalan yang ingin diketahui publik terkait penggalangan Dana tersebut apakah masuk dalam kategori Pungutan ataukah Sumbangan?
Dedi Kurnia, Kepsek SMPN 1 Tirtajaya ketika dikonfirmasi di sekolah oleh beberapa awak media (4/08/22) menyatakan, “Saya tidak akan memberikan keterangan apapun sebelum ada konfirmasi dari pihak Saber Pungli, karena hal ini sudah sampai ke Saber Pungli.”
Sementara Sujana dari Tim Saber Pungli menerangkan (Selasa, 09/08/22), “Kami sedang menunggu laporan kegiatan dari hasil musyawarah yang digelar oleh pihak sekolah.”
Yanto, Kepala Seksi Pengelolaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang saat ditemui di ruang kerjanya (09/08/22) mengatakan, “Kalau indikator pungutan itu wajib, jumlahnya ditentukan dan kalau tidak bayar ada sanksinya. Dan kalau indikator sumbangan, sukarela jumlahnya, tidak ditentukan dan tidak ada sanksi. Saya akan panggil Kepseknya nanti, kemungkinan minggu depan ya, kalau minggu ini kami ada kesibukan.”
Hingga saat ini penggalangan dana di SMPN 1 Tirtajaya masih menjadi polemik karena publik belum bisa mengetahui musyawarah yang dilakukan oleh pihak Komite dan Sekolah SMPN 1 Tirtajaya itu masuk indikator Sumbangan atau Pungutan?
(Asep Sukmana)












































