BANDUNG | DETEKSIJAYA.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan permohonan maaf terkait pernyataannya yang mengundang kontroversi.
Ia sebelumnya memberikan pernyataan mengenai poligami menjadi salah satu solusi untuk mencegah penularan HIV/AIDS, khususnya remaja dan para suami yang suka “jajan” di luar. Pernyataannya tersebut mendapatkan banyak respons negatif dari masyarakat.
Kasus HIV/AIDS di Jawa Barat memang tengah menjadi sorotan masyarakat, khususnya Kota Bandung kian waktu semakin meningkat. KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Kota Bandung mencatat ada 5.943 kasus positif HIV sejak 1991-2021. Adapun 6,47 persen atau sekira 414 kasus didominasi anak muda dan 11 persen adalah ibu rumah tangga.
Menanggapi hal tersebut, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan HIV AIDS adalah dengan cara menikah muda dan poligami.
Namun, pernyataannya tersebut memicu cemooh dan kritik sejumlah warga masyarakat. Pasalnya, banyak yang beranggapan dengan berpoligami akan meningkatkan penularan HIV AIDS dikarenakan berhubungan dengan orang lain pula.
Menanggapi cemooh dan kritik warga masyarakat, lantas Uu pun menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak yang tersinggung dengan pernyataannya itu.
“Seandainya ada yang tersinggung dengan pendapat saya sebagai Wakil Gubernur dan saya bicara bukan atas nama pemerintah tapi atas nama pribadi saya. Tapi kalau sekali pun ada pribadi tidak sependapat, ya saya mohon maaf,” katanya usai memberikan sambutan pada Acara Harlah Muslimat NU Tingkat Jawa Barat di Gedung Pusdai Jawa Barat, di Kota Bandung, Rabu (31/8/2022).
Dia memaklumi jika ada pihak-pihak tertentu yang merasa tidak sependapat dengan pernyataannya tersebut.
“Gini ya, saya kan menyampaikan tentang imbauan untuk mengantisipasi HIV ada beberapa hal. Yang pertama penguatan keimanan terhadap Allah SWT, yang kedua memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya penyakit itu. Kemudian juga ditambah pendidikan kesehatan yang harus masif kepada seluruh tingkatan masyarkat, dan pendidikan seks, itu juga disampaikan. Nah, keempat dan kelimanya gitu kan, baru ada bahasa itu. Tapi kok yang booming itu?,” kata Uu kepada wartawan.

Diketahui, salah satu kritik keras datang dari Sekretaris Nasional Perempuan Mahardika, Mutiara Ika Pratiwi. Seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Mutiara menilai pernyataan Uu menyesatkan dan tak memiliki landasan.
Menurutnya, sebagai pejabat publik sebenarnya pernyataan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum itu menjadi pernyataan yang menyesatkan, karena tidak ada koneksi sama sekali antara harus berpoligami dengan penekanan angka HIV/AIDS.
Pihaknya berpendapat poligami bisa meminimalisasi perilaku seks bebas adalah usulan yang tak masuk akal diterapkan. Selain itu, tegas Mutiara, poligami tidak bisa menyelesaikan persoalan HIV/AIDS, apalagi untuk menekan lonjakan jumlah kasus tersebut.
Fakta telah membuktikan bahwa penularan angka HIV/AIDS sebagian besar terjadi pada ibu rumah tangga bahkan juga terjadi pada anak-anak. Dengan demikian, penyebaran HIV/AIDS bukan lagi soal apakah orang tersebut terikat dalam hubungan pernikahan atau tidak.
“Ini persoalan kesadaran, pengetahuan, bagaimana seks yang aman, sehingga tidak ada kaitannya dengan seseorang sudah menikah atau tidak,” kata Mutiara, Rabu (31/08).
Bahkan, kata dia, orang yang sudah menikah pun masih berisiko tinggi untuk menjadi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal itu lantaran minimnya pengetahuan terkait dengan kesehatan seksual dan bagaimana cara penularannya. (Red-01)













































