BEKASI | DETEKSIJAYA.COM – Akibat sering terjadinya kecelakaan di wilayah Bekasi, sekolah SMPN 1 Sukatani, Bekasi diminta untuk segera mencari solusi dan mengambil langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak menimpa siswa sekolah.
Seperti diketahui, kecelakaan yang terjadi beberapa hari lalu yang disebabkan oleh truk kontainer mengalami rem blong, selain 10 orang lebih harus kehilangan nyawa, banyak juga yang mengalami luka-luka dan trauma.
Seorang sumber yang mengaku mewakili orang tua siswa melalui tim deteksijaya.com
via Whats App merasa kuatir dan meminta agar pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sukatani segera mengambil sikap tegas kepada para siswa dengan melarang keluar dari lingkungan sekolah pada saat jam istirahat dengan alasan apapun agar kejadian serupa tidak menimpa siswanya.
Lebih rinci, sumber tersebut juga mengirimkan beberapa gambar momen saat para siswa tampak berseliweran di jalan raya setiap jam istirahat dan selalu menimbulkan kemacetan.

Masih kata sumber, pihak Sekolah harus melarang siswanya agar tidak tumpah ruah di jalan, terutama saat jam istirahat untuk mengantisipasi bahaya yang bisa ditimbuklan akibat kemungkinan adanya kendaraan yang mengalami rem blong seperti kejadian kemarin.
Selain itu, imbuhnya, kenakalan oknum siswa seperti sering melakukan tawuran juga perlu dipikirkan dan diantisipasi sebelum semuanya terlambat.
Sementara pihak SMPN 1 Sukatani saat dimintai keterangan, melalui Humas berinisial (i) pada hari Jumat, (2/9/2022) menjelaskan bahwa saat ini sekolah masih membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai seperti musholah dan kamar kecil (WC). Karena menurutnya, saat jam istirahat terutama kamar kecil masih belum bisa menampung kebutuhan siswa dan akhirnya siswa banyak yang keluar dari lingkungan sekolah.
(Lili Rohyali)













































