JAKARTA | DETEKSIJAYA.COM – Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menganut sistem politik demokrasi. Penerapannya menginginkan kebebasan partisipasi politik seluas luasnya kepada seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Namun stigma masyarakat yang melekat soal parpol saat ini menuding bahwa parpol gagal total, tidak efektif, pemborosan, korupsi, nepotisme dan sebagian masyarakat menyatakan kehadiran partai politik tidak memiliki sisi positif.
Bicara politik adalah bicara kekuasaan, setelah mendapatkan kursi atau kekuasaan rakyat di abaikan hal ini yang membuat kepercayaan masyarakat sedikit berkurang kepada parpol.
Pada dasarnya rakyat memiliki harapan yang tinggi kepada parpol dalam menentukan tujuan, perubahan dan perbaikan namun berakhir dengan kekecewaan. Sebagian masyarakat menuding parpol hanya untuk kepentingan segilintir orang atau golongan.
Sebagai negara demokrasi, negara menjamin kebebasan bersuara, berpendapat dan berekspresi di negeri ini.
Undang Undang no 2 tahun 2008 tentang partai politik, dalam pasal 11 partai politik memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan politik, agregasi kepentingan masyarakat, pendidikan politik dan rekrutmen untuk mengisi jabatan politik. Parpol mempunyai peran strategis menentukan nasib bangsa ini.
Parpol juga harus bisa membuktikan visi dan misinya demi mengangkat kepercayaan kepada masyarakat.
Dian Istiqomah S.Kep, anggota komisi II DPR RI fraksi PAN dapil DKI Jakarta 3 menepis tudingan bahwa parpol gagal, tidak efektif, pemborosan, korupsi dan nepotisme, sambil tersenyum dia mengatakan,” semua tidak benar justru kita harus berpolitik dalam segala hal, politik itu ilmu yang harus kita pelajari, ilmu politik merupakan suatu ilmu yang mengkaji konsep penentuan tujuan dan bagaimana menentukan tujuan politik serta segala konsekuensi yang ada di dalamnya. Semua tergantung dari cara pandang masyarakat dan masyarakat yang seperti apa,” jelasnya
Politikus kelahiran 27 Februari 1978 ini berusaha melakukan pembuktian kerja dengan langsung turun ke masyarakat,” Parpol harus bisa membuktikan Visi dan Misinya, Ketika saya di percaya menjadi anggota DPR RI saya melakukan pembuktian dengan turun langsung kebawah mengatasi segala permasalahan yang terjadi di wilayah. Karena saya punya kewajiban mendampingi masyarakat, ada masa reses ya kita manfaatkan dari situ ada anggarannya,” jelas Dian Istiqomah ketika di sambangi Deteksi Jaya di ruang kerjanya.
” Masyarakat saat ini sudah mulai pintar dan sebagian sudah berpikir positif tentang partai politik, kaum milenial sudah paham tentang money politik mereka sudah mulai mengerti dan saya pesan, jangan memilih pemimpin karena dibayar. Mungkin ada juga sebagian masyarakat kecewa ketika dia memilih wakil rakyat tapi tidak pernah turun kebawah, berikutnya masyarakat berpikir siapa yang benar benar turun kebawah dengan membuktikan kinerjanya bukan sekedar duduk di kantor dapat uang,” pungkasnya.
Menurut Indopol Survey dan Consulting merilis hasil survey terkait kepercayaan publik terhadap partai politik hasilnya 35,93 persen responden menyatakan tidak percaya terhadap politik.
Sementara 64,07 persen responden masih percaya terhadap partai politik di Indonesia
Partai politik sebagai sarana pendidikan politik harus bisa menciptakan iklim yang kondusif bagi kesatuan bangsa. Begitu juga partisipasi masyarakat merupakan hal yang esensial dalam negara demokrasi. (Bams)













































