JAKARTA | DETEKSIJAYA.COM – Nama hacker Bjorka belakangan semakin populer, aksinya menjadi buah bibir warganet setelah mengobok-obok data atau informasi yang diklaimnya milik sejumlah instansi pemerintah Indonesia.
Diketahui, aksi terbarunya mulai menyenggol beberapa nama politisi di grup Telegram dan akun Twitter miliknya. Mulai Menkominfo Johnny G Plate, Ketua DPR-RI Puan Maharani, hingga Menteri BUMN Erick Thohir.
Aksi Bjorka ini tentunya memicu beragam reaksi, ada yang pro dan tentunya ada juga yang kontra.
Terlepas dari hal tersebut, lewat akun Twitternya, @bjorkanism, Bjorka mengungkap motifnya menyerang pemerintah Indonesia. Tentu cerita ini tak bisa dikonfirmasi asli atau hanya fiktif belaka.
Bjorka menyampaikan, aksi peretasan ini dilakukan sebagai bentuk dedikasi untuk temannya yang berkebangsaan Indonesia di Warsawa, Polandia.
“Saya punya seorang teman baik di Warsawa, dan dia banyak bercerita betapa kacaunya negara Indonesia. Saya melakukan ini untuk dia,” jelasnya.
Orang ini, kata Bjorka, telah kehilangan status WNI-nya akibat kebijakan tahun 1965. Jadi, jangan repot-repot mencari dia melalui Kementerian Luar Negeri, jelasnya. Bjorka menyebut sosok tersebut merupakan seorang kakek tua yang cerdas.
“Dia tidak lagi diakui Indonesia sebagai warga negara karena kebijakan 1965. Walaupun dia seorang bapak tua yang sangat cerdas,” sebut Bjorka.
Bjorka menjelaskan, orang tua ini telah merawat dirinya sejak dia lahir, dan ingin pulang untuk membangun Indonesia dengan teknologi. Meskipun dia lihat betapa sedihnya menjadi seorang BJ Habibie. Sampai akhir hayatnya tahun lalu, sosok ini tak bisa pulang ke Indonesia.
“Tahun lalu dia meninggal dunia. Orang tua ini sudah merawat saya sejak saya lahir. Dia ingin pulang dan melakukan sesuatu dengan teknologi, meskipun dia lihat betapa sedihnya menjadi seorang BJ Habibie. Dia tidak punya waktu untuk melakukannya sampai akhirnya meninggal dengan damai,” jelas Bjorka.
Bjorka menyampaikan, upaya dia mengganggu Indonesia merupakan cara dia mewujudkan mimpi almarhum. Almarhum ingin Indonesia lebih baik lagi. Tapi sekali lagi, cerita Bjorka ini tak bisa dikonfirmasi apakah asli atau karangan belaka.
“Kami punya tujuan yang sama, agar negara tempat dia lahir bisa berubah untuk menjadi lebih baik. Senang berkenalan dengan Anda semua,” tutup Bjorka lewat cuitannya itu.
Untuk diketahui, kebijakan 1965 yang dimaksud terkait dengan orang-orang eksil. Para eksil merupakan generasi muda Indonesia di awal tahun 1960-an yang dikirim kuliah ke negara-negara blok Timur oleh pemerintah Orde Lama.
Setelah Peristiwa G30S PKI 1965, mereka tak mampu pulang ke Indonesia sebab dianggap PKI oleh pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Sejumlah eksil tersebar di Eropa serta negara-negara lainnya.

Sebelumnya, lewat akun Twitternya juga, Bjorka sempat mengejek cara pemerintah mencari dia di internet lewat mesin pencarian Google.
“Indonesian gov right now,” cuit Bjorka di akun Twitter miliknya sembari menunjukkan laman Google yang berisikan pencarian keberadaan Bjorka pada Minggu (11/9/2022). (Red-01)













































