JAKARTA | DETEKSIJAYA.COM – Serangan peretas yang marak terjadi saat ini terhadap lembaga pemerintah membuat pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya mengintensifkan keamanan sistem digital yang dimiliki.
Komisioner KPU, Idham Holik mengungkapkan, dari segi infrastruktur keamanan, pihaknya sudah memiliki dukungan pengamanan yang memadai. Sebab, sudah dibentuk gugus tugas keamanan siber untuk menjamin data-data di KPU jelang Pemilu 2024.
Dilansir dari CNNIndonesia.com, menurut Idham, keamanan siber menjadi fokus utama dan gugus tugas keamanan siber berfungsi mengamankan website dan aplikasi elektronik milik lembaga penyelenggara Pemilu yang ada saat ini.
“KPU juga sudah membentuk gugus tugas keamanan siber aplikasi KPU. Jadi KPU sangat memerhatikan keamanan siber. Baik website atau semua aplikasi, dan kami pastikan semua aplikasi dan website dalam kondisi yang aman,” ujarnya, Kamis (15/9/2022.
Idham menerangkan, salah satu aplikasi KPU ‘Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) juga menjadi bagian yang diawasi ketat. Ia meyakinkan bahwa keamanan aplikasi telah menjadi isu yang diperhatikan sejak pengembangan.
“Kami memprioritaskan keamanan siber semua aplikasi. Kami pastikan keamanan dan kenyamanan aplikasi,” kata Idham.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peretasan data yang diklaim dilakukan oleh peretas Bjorka bukan berasal dari elemen data KPU.
“Elemen data yang beredar di internet itu bukan elemen data KPU, dan kondisi tempat penyimpanan data KPU dalam keadaan aman,” tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan ada 105 juta data milik KPU diduga mengalami kebocoran.
Kebocoran tersebut terungkap setelah diunggah dan ditawarkan pada situs breached.to, Selasa (6/9/2022) oleh anggota forum situs dengan nama identitas ‘Bjorka’.
Data tersebut dibandrol seharga USD 5.000 atau sekitar Rp74 juta. Pada sampelnya, Bjorka selaku akun penjual mencantumkan sampel data secara lengkap. (Red-01)













































