
KLATEN | DETEKSIJAYA.COM – Upaya menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman dari peredaran gelap narkoba terutama di kampung-kampung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah meluncurkan program 38 Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Program Desa Bersinar tersebut juga untuk menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Fasilitas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Usai meluncurkan Program Desa Bersinar, Ganjar menyampaikan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan BNN hingga kepala daerah se-Jawa Tengah untuk memberantas peredaran narkoba dengan melakukan mitigasi daerah-daerah yang rawan peredaran narkoba.
“Kami kerja sama dengan BNN sudah cukup lama, nanti dengan BNN di kabupaten kita bikin, maka akan pas. Kepala desa juga mampu mendeteksi adanya narkoba, mitigasinya sudah bisa dilakukan sejak sekarang,” ujar Ganjar dalam keterangannya, Senin (19/09/2022).
Ganjar menjelaskan, sosialisasi program Desa Bersinar bisa dilakukan kepada siapapun dan bahkan hingga tingkat paling bawah.
Menurutnya, anak-anak muda itu berpotensi terkena peredaran narkoba lantaran para pengedar narkoba memiliki banyak cara untuk menyasar anak-anak muda. Oleh sebab itu, banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan adanya Desa Bersinar antara lain kampanye anti narkoba dengan membuat video pendek maupun video blogger (vlog).
Ganjar mengatakan, kampanye antinarkoba perlu dibuat lebih menarik agar hasilnya bisa optimal hingga menyasar semua lapisan masyarakat.
Selain itu, kampanye dan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba perlu digencarkan melalui media sosial dan dengan cara milenial.
“Mungkin pola sosialisasinya beragam ala anak muda menggunakan medsos, baik dengan testimoni-testimoni, itu akan lebih kena,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut dia, warga desa dan anak muda yang mendiami Desa Bersinar bisa diberdayakan untuk menjadi lebih kreatif dan produktif lagi.

Tak hanya itu, di kesempatan tersebut, Ganjar juga mengusulkan untuk diadakan program tambahan dengan cara memilih 10 rumah di setiap desa untuk melakukan kontrol terhadap tetangganya yang terindikasi memakai narkoba.
“Bahkan saya usul, kalo perlu dari kades turun sampai ke RT sampai ke dasawisma, 10 rumah untuk ngontrol adakah keluarga yang terlibat narkoba,” ucap Ganjar.
Untuk diketahui, Provinsi Jawa Tengah saat ini memiliki 174 Desa Bersinar. Desa Bersinar ini akan terus direplikasi di seluruh desa hingga angka pengguna narkoba khususnya di Jawa Tengah bisa turun. (Red-01)












































