
DETEKSIJAYA.COM – Kebutuhan vaksin Covid-19 dalam negeri bakal dipenuhi oleh vaksin buatan anak bangsa. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sebanyak 10 juta dosis vaksin Covid-19 IndoVac dan InaVac produksi dalam negeri akan disuntikan kepada masyarakat umum sebagai vaksin booster bulan ini.
“November ini kami harapkan ada 5 juta dosis vaksin dalam negeri yang bisa kita pakai dan Desember juga ada 5 juta dosis lagi. Sehingga total yang bisa dibeli dan dimanfaatkan tahun ini 10 juta dosis,” kata Budi saat Rapat Kerja (Raker) dengan komisi IX DPR, di Jakarta pada Selasa, 8 November 2022.
Budi mengatakan, sebagian besar vaksin IndoVac dan InaVac produksi dalam negeri akan dimanfaatkan untuk memberikan dosis penguat atau booster kepada masyarakat.
Budi menerangkan, Vaksin IndoVac berplatform rekombinan protein subunit yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA. Sedangkan Vaksin InaVac berplatform inactivated virus dikembangkan tim peneliti dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan produsen PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.
Melansir rm.id, dalam Rapat Kerja dengan komisi IX DPR, di Jakarta, kemarin, Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, untuk vaksin Covid-19 IndoVac sudah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM yang diterbitkan pada 24 September Tahun 2022.
“IndoVac ini sudah diberikan use authorization untuk vaksinasi dosis primer atau dosis 1 dan 2 bagi usia di atas 18 tahun. Dengan rentang dosis penyuntikan pertama untuk kedua selama 28 hari,” kata Penny.
Sedangkan untuk booster, vaksin IndoVac juga sudah diberikan use authorization heterolog. EUA diberikan untuk usia di atas 18 tahun yang sudah diterbitkan pada 3 November 2022.
Saat ini yang masih menjadi point going uji klinik atau masih dalam proses dari IndoVac adalah untuk booster heterolog dewasa. Yaitu, terhadap vaksin inactivated untuk Sinovac, viral vektor untuk Astrazeneca dan MrNa merk Pfizer.
“Uji klinik juga masih dilakukan untuk IndoVac sebagai vaksinasi primer untuk usia anak 12 sampai 18 tahun,” terangnya.
Begitu juga untuk vaksinasi primer anak. IndoVac sampai saat ini masih menunggu pemenuhan tambahan data protokol uji klinik.
“Vaksin untuk usia 6 sampai 11 tahun masih menunggu pendaftar melengkapi data untuk permintaan pengajuan protokol uji klinik ini,” ungkap Penny.

Sedangkan vaksin lokal kedua, Penny mengatakan, vaksin Inavac juga sudah diberikan EUA authorization untuk vaksinasi primer dewasa berusia di atas 18 tahun dua dosis.
Vaksinasi primer dewasa ini untuk rentang jarak waktunya dari dosis pertama untuk mendapatkan yang kedua memiliki rentang waktu 28 hari. Izin EUA sudah diterbitkan BPOM pada 1 November 2022.
“Saat ini juga sedang dalam finalisasi dari pemberian EUA booster heterolog dewasa. Sekarang data sudah masuk ya. Perkiraannya, jika semua berjalan dengan baik akan diberikan sekitar minggu kedua November ini,” ujar Penny. (Red-01)












































