
DETEKSIJAYA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran menteri di kabinetnya agar waspada dalam mengambil suatu kebijakan terkait kemaslahatan masyarakat di tengah kondisi global yang sedang tidak baik-baik saja. Kalau tidak, sebut dia, akan berimbas buruk pada kondisi ekonomi di dalam negeri.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-17 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kota Surakarta, Jawa Tengah pada Senin, 21 November 2022.
“Ini betul-betul harus hati-hati mengelola dalam posisi dunia global yang sulit diprediksi, sulit dihitung, sulit dikalkulasi. Hati-hati membuat kebijakan, begitu salah sedikit bisa berdarah-darah dan itu sudah ada contohnya,” ungkap Presiden Jokowi.
Menurutnya, Indonesia kini tengah berada di posisi puncak kepemimpinan global. Setelah sukses menggelar KTT G20 di Bali, Indonesia bersiap menyambut Keketuaan ASEAN 2023.
“Ini adalah sebuah amanat dan kehormatan besar. Betul-betul kita berada di puncak kepemimpinan global saat ini. Karena saat ini, kita juga menjadi Keketuaan ASEAN,” ujar Presiden Jokowi.
“Yang ingin saya ingatkan, kepercayaan adalah hal yang tidak mudah kita peroleh. Kalau kita jadi pengusaha, yang kita bangun adalah kepercayaan orang terhadap kita. Begitu juga sebagai negara. Kita membangun kepercayaan internasional, kepercayaan global, kepercayaan negara-negara lain terhadap Indonesia. Ini yang tidak mudah. Ini yang tidak mudah,” imbuh Presiden Jokowi.
Indonesia, ungkap dia, bisa dipercaya dunia karena konkret dan riil menyajikan angka-angka. Indonesia saat ini memiliki lanskap ekonomi yang baik, di mana angka pertumbuhan ekonomi pada Kuartal III-2022 sebesar 5,72 persen, inflasi 5,7 persen, dan konsumsi rumah tangga mencapai 5,4 persen. Tingkat ekspor juga masih tumbuh sebesar 21,6 persen.
Tak hanya itu, neraca perdagangan Indinesia juga mengalami surplus selama 30 bulan berturut-turut. Kondisi ini, yang menurut Presiden Jokowi tidak seluruh negara di dunia mampu mencapainya. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi global yang berangsur dibayangi resesi.
“Inilah yang menumbuhkan kepercayaan global terhadap kita. Kalau sudah muncul trust, muncul kepercayaan, apa yang akan terjadi? Sama seperti kalau kita pengusaha, punya perusahaan, punya produk. Kalau dipercaya, jual barangnya itu mudah. Kalau orang sudah trust dan percaya brand kita baik, kita akan mudah menjual produk,” ujarnya.
Karena itu, Presiden Jokowi mengingatkan, strateginya harus benar dan harus hati-hati mengelola. “Saya selalu berpesan kepada seluruh menteri, hati-hati membuat kebijakan dalam posisi yang sangat rentan seperti ini. Jangan keliru, jangan salah. Utamanya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak,” tandasnya. (Red-01)












































