
DETEKSIJAYA.COM – Presiden Joko Wido (Jokowi) mengungkapkan kondisi perekonomian global sedang tidak normal dan penuh dengan ketidakpastian. Bahkan, ia menyebut semua kepala negara G20 saat ini sedang pusing memikirkan ketidakpastian global di tahun depan.
Pusingnya pemimpin dunia itu, menurut Presiden Jokowi, terlihat dari kerutan dahi, hingga rambut yang semakin memutih saat pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dua pekan lalu.
“Dari pertemuan G20 kemarin, saya ketemu sama semua kepala negara G20, saya menyimpulkan semuanya pusing. Benar saya melihat, kerutan di wajahnya tambah semuanya, rambutnya tambah putih semuanya,” katanya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (30/11) kemarin.
Bukan tanpa alasan, Presiden Jokowi mengatakan hal ini lantaran kondisi perekonomian dunia tengah dihadapi oleh berbagai ancaman. Bahkan, lanjutnya, tidak ada negara manapun yang mampu menghitung dan memprediksi arah perekonomian ke depan.
“Memang situasi global ini confirm, tidak pasti. Masih tidak pasti, ruwet, complicated, sulit dihitung, sulit diprediksi. Enggak ada yang bisa hitung dan prediksi di angka berapa, nggak jelas, sehingga semuanya pusing,” katanya.
Presiden Jokowi menyebutkan, harga minyak pun sulit diprediksi ke depannya akan seperti apa. “Misalnya satu saja, harga minyak. Siapa yang bisa menentukan? Jatahnya produsen-produsen minyak yang gede-gede gak bisa memprediksi, yang akan di cap harga minyak lebih menyulitkan lagi hitungnya seperti apa,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta agar seluruh pihak harus berhati-hati menghadapi tahun 2023. Kendati begitu, dia tetap sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi harus dipandang secara optimis.
“Saya setuju kita optimis di 2023 tapi tetap hati-hati dan waspada,” tandasnya. (Red-01)












































