
DETEKSIJAYA.COM – PT Pertamina (Persero) bakal menerapkan kebijakan pembelian gas LPG 3 Kg atau LPG subsidi dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mulai tahun 2023.
Kebijakan itu diterapkan untuk mencocokkan data konsumen ke dalam Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Anggota komisi VII DPR RI, Abdul Kadir Karding menilai kebijakan yang akan diterapkan PT Pertamina merupakan hal yang wajar. Dia mengatakan, hal itu dimaksudkan agar pemberian subsidi kepada masyarakat tepat sasaran.
“Kami akui, memang data kami hari ini agak kurang ideal. Maka, Pertamina mengharuskan menggunakan KTP itu juga baik. Agar orang menggunakan subsidi gas itu orang-orang yang membutuhkan,” katanya dikutip pada Kamis (22/12/2022).
Karding menyebutkan, jika yang paling penting saat ini adalah memastikan bahwa semua bentuk subsidi apapun itu baik subsidi energi, bantuan langsung tunai (BLT), maupun program kelurga harapan (PKH) yang diberikan ke rakyat itu harus jelas sasaran dan tepat bagi yang membutuhkan.
Melansir Merdeka.com, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, kebijakan pembelian LPG 3 Kg menggunakan KTP untuk mencocokkan data konsumen ke dalam Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Nantinya data konsumen akan diinput langsung ke website Subsidi Tepat milik Pertamina.
“Kita sedang mensinkronkan data P3KE dengan data pembeli LPG 3 kg,” ujar Irto kepada Merdeka.com di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Irto memastikan, penerapan aturan pembelian LPG 3 Kg dengan KTP tidak menyulitkan masyarakat. Nantinya, pelanggan LPG 3 kg cukup menunjukkan KTP tanpa perlu mengunduh aplikasi ataupun Kode QR.
“Membeli seperti biasa, cukup tunjukkan KTP-nya. Masyarakat tidak perlu mendownload aplikasi ataupun QR Code,” jelas Irto.
Bagi masyarakat, yang sudah terdaftar dalam P3KE dapat langsung membeli LPG 3 Kg tanpa perlu menunjukkan KTP. Namun, bagi masyarakat yang belum terdaftar diwajibkan untuk menunjukkan KTP.
“Bagi yang datanya belum masuk, maka data yang bersangkutan akan diupdate dan langsung bisa beli seperti biasa,” ucap Irto. (Red-01/*)












































