
DETEKSIJAYA.COM – Politikus PDIP, Maruarar Sirait atau biasa akrab disapa Ara mengatakan bahwa tidak boleh ada lagi diskriminasi kepada masyarakat Tionghoa di Indonesia. Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk memberikan kepastian hukum kepada seluruh rakyat Indonesia, sehingga tidak ada diskriminasi.
Demikian ditegaskan Ara saat tampil membawakan Orasi Kebangsaan pada Festival Imlek Petak Enam 2023 M/2574K di Taman Sari Jakarta Barat, Minggu (22/01/2022).
Ara mengingatkan, (Indonesia) sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman, kita tidak boleh membeda-bedakan agama, suku dan etnis. Karena itu, menurut dia, Indonesia membutuhkan pemimpin yang Pancasilais, bukan hanya yang jago berpidato, tetapi bisa melaksanakan dengan hati.
“Semua track record terdata dengan baik. Apa yang dilakukan dengan sengaja atau tidak benar pasti tersimpan. Apa melakukan politik identitas. Semua ada jejak rekam,” katanya.
Ara kemudian menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang bernyali seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menegakkan keadilan di Indonesia tanpa diskriminasi.
“Hukum dan aturan di negara kita sudah bagus. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang bernyali untuk menegakkan keadilan di negeri ini,” sebutnya.
Ara mengatakan, meski Indonesia dihantam pandemi Covid-19 dan ancaman resesi global menanti, dirinya optimis Indonesia bisa tumbuh di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Di bawah pimpinan Pak Jokowi dan TNI-Polri keamanan negeri kita masih terjamin. Data survei baru-baru ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan ke Presiden Jokowi 76 persen dari seluruh Indonesia. Mungkin ini kepercayaan yang paling tinggi di seluruh dunia,” katanya.
Ara mengajak seluruh warga masyarakat untuk terus mendukung presiden yang turun ke bawah dan terbukti memberantas terorisme serta melarang ormas-ormas radikal.
Ketua Umum Taruna Merah Putih ini juga mengingatkan, orang Indonesia keturunan Tionghoa juga orang-orang yang nasionalis. Menurutnya, pemuda Tionghoa bila dibedah dadanya ada Pancasila, sudah tidak ada langkah mundur.
“Anak muda Tionghoa, harus tetap merah putih,” tegas Ara.
“Kita punya Rudi Hartono, Lim Swe King, Susi Susanti yang mengharumkan nama Indonesia di bidang olahraga,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ara juga memuji kinerja Menteri BUMN, Erick Thohir yang hadir dalam acara tersebut. “Pak Erick tidak kenal lelah. Tadi baru di Solo, sekarang sudah di sini. Senang melihat Indonesia ada pemimpin yang baik. Pak Erick memberantas korupsi di BUMN,” ungkapnya.
Menurut da, menghilangkan korupsi membuat bisnis aman dan ada kepastian.
Festival Imlek Petak Enam ini dihadiri ribuan orang. Hadir tokoh-tokoh Tionghoa, Ketua Umum INTI Teddy Sugianto, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junadi, Pui Owner Pulau Intan dan tokoh lain.
Acara yang berlangsung sore hari itu dibuka dengan atraksi Barongsai dan tarian musik tradisional China.
(Red-01/Dari berbagai sumber)












































