
DETEKSIJAYA.COM – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Fadil Imran menyatakan, kebijakan program Polisi RW akan diterapkan secara nasional untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban yang berpotensi muncul dari basis komunitas terendah, yakni lingkungan rukun warga (RW).
“Polisi harus hadir di tengah masyarakat, di basis komunitas paling mikro, yaitu RW. Polisi RW akan melakukan tugas membuat RW aman, damai, dan sejuk,” kata Fadil dalam keterangannya, dikutip Kamis (18/5/2023).
Menurut Fadil, program Polisi RW diadakan dengan mengadaptasi kebutuhan polisi kekinian yang lebih mengutamakan pencegahan kejahatan selain penegakan hukum.
“Bukan mengutamakan penegakan hukum, tapi mencegah itu lebih sederhana, lebih murah, lebih efektif, tidak ada korban. Kalau RW aman, Kelurahan aman, dan seterusnya juga bakal aman,” ujarnya.
Fadil mengatakan, tugas polisi di lingkungan RW selain menyelesaikan permasalahan Kambtimas bersama elemen masyarakat, tentunya kemudian bersama masyarakat melakukan identifikasi tentang potensi yang dapat menganggu Kamtibmas dan melakukan respons yang tepat.
“Kehadiran polisi di lingkungan RW diharapkan bisa lebih dekat dengan masyarakat serta benar-benar menjadi pelindung dan pengayom bagi masyarakat,” katanya.

Diketahui, program Polisi RW sudah digagas Fadil pada awal 2023, ketika masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Program ini sudah berjalan dan diklaim banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Alhasil, Fadil berencana menjadikan program ini menjadi lebih luas hingga ke tingkat nasional.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri, yang menekankan bahwa polisi harus dekat dengan masyarakat dan bersikap humanis. Maka ketika saya diamanahkan memimpin Jakarta, saya berupaya menjalankan perintah tersebut melalui beberapa program yaitu Kampung Tangguh Jaya, Vaksinasi Merdeka, Street Race, ADA Polisi, hingga Pelayanan Malam,” ungkap Fadil.
Dari program-program tersebut, akunya, anggota polisi menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Bahkan, berbagai aksi kejahatan dapat dicegah, seperti angka kejahatan jalanan ataupun tawuran hingga 49 persen.
“Perjalanan dari pembentukan berbagai program Inilah yang kemudian menjadi embrio lahirnya Polisi RW di Jakarta, yang kemudian diapresiasi oleh Bapak Kapolri, untuk kemudian secara bertahap dijalankan secara nasional,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu. (Red-01/*)












































