
DETEKSIJAYA.COM – Nama Ganjar Pranowo dan Erick Thohir terus menjadi perhatian publik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dalam sejumlah survei, duet Ganjar-Erick digadang-gadang sebagai pasangan ideal untuk memimpin Indonesia.
Pengamat politik yang juga pegiat sosial media, Yuari Prayanto atau Mazdjo Pray menilai kombinasi pasangan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir sebagai duet konseptor dan teknokrat.
Seperti diketahui, keduanya memiliki segudang prestasi melalui berbagai pembaharuan yang dilakukan. Seperti halnya Ganjar Pranowo yang sukses melakukan dobrakan dalam hal reformasi birokrasi.
Dobrakan yang dilakukan Ganjar di lingkungan provinsi Jateng berhasil menyederhanakan pelayanan kepada masyarakat. Semantara itu, Erick Thohir berhasil melakukan transformasi Kementerian BUMN.
Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir telah membawa keuntungan bagi masyarakat dan negara. Salah satu di antaranya adalah peningkatan laba Kementerian BUMN dari Rp 13 triliun menjadi Rp 124,7 triliun di tahun 2021.
Bahkan di kuartal III 2022, telah membukukan laba sebesar Rp 155 triliun. Hal ini, menurut Mazdjo Pray belum tentu bisa dilakukan oleh para menteri – menteri BUMN terdahulu.
“Maka sebuah kewajaran, banyak elemen masyarakat di akar rumput dan tatanan lainnya menggadang-gadang dua sosok ini sebagai pemimpin yang ideal, dengan mempertimbangkan prestasi, pencapaian sekaligus kemampuan dua sosok ini,” ujar Mazdjo Pray beberapa waktu lalu.
Berdasarkan rilis lembaga survei Indikator Politik Indonesia, duet Ganjar Pranowo dan Erick Thohir unggul dalam berbagai simulasi survei capres dan cawapres Pilpres 2024 yang digelar pada 1-6 Desember 2022.
Hasil survei dengan total 1.200 responden yang menggunakan metode multistage random sampling itu menunjukkan duet Ganjar-Erick unggul mutlak jika dibandingkan pasangan lain.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingginya elektabilitas duet Ganjar-Erick tak terlepas peningkatan elektabilitas keduanya dibandingkan November lalu.
“Ketika elektabilitas Ganjar naik di bulan Desember, maka elektabilitas pasangan Ganjar-Erick juga naik,” ujar Burhanuddin dalam keterangan persnya, Rabu (4/1/2023).
Ganjar selalu unggul jika dipasangkan dengan siapapun. “Begitu juga kalau misalnya Ganjar dipasangkan dengan yang lain, atau Anies dengan yang lain, Prabowo sama yang lain, polanya sama,” imbuhnya.
Burhanuddin memaparkan, hasil survei juga menunjukkan kuatnya preferensi pemilih Ganjar untuk memilih Erick Thohir sebagai cawapres. Sekitar 18,9 persen dari pemilih Ganjar memilih Erick sebagai cawapres.
“Basis Ganjar cenderung memilih Ridwan Kamil dan Erick Thohir,” katanya.
Untuk diketahui, survei Indikator menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen, sedangkan margin of error survei mencapai 2,9 persen. Survei dilakukan secara tatap muka di seluruh provinsi di Indonesia. (Red-01/*)












































