
JAKARTA | DETEKSIJAYA.COM – Isu penjegalan calon presiden yang belakangan marak diberitakan ternyata tidak hanya dialamatkan kepada Anies Baswedan. Rupanya, Partai Gerindra merasakan hal yang sama berlaku kepada Ketua Umum Prabowo Subianto.
Bahkan konon, dikabarkan orang yang berupaya ingin menjegal Prabowo Subianto untuk kembali maju mencalonkan diri sebagai Presiden di Pemilu 2024 mendatang bukanlah sosok sembarangan.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad merespon isu penjegalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju di Pilpres 2024.
“Loh, kalau soal penjegalan itu bukan cuman yang disampaikan di media. Pak Prabowo juga mau dijegal,” katanya di komplek Parlemen, Jakarta (21/9).
Dasco menjelaskan, pihaknya mendapat laporan upaya penjegalan Ketua Umum Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (capres) di 2024 itu muncul lewat baliho-baliho yang masif di daerah.
Namun, dia tak membeberkan secara detail isi dan konten baliho yang dinilai menjatuhkan ‘rating’ Prabowo itu.
Dasco hanya menjelaskan, jika dilihat sepintas, baliho itu mengandung narasi yang positif untuk orang awam. Tapi buat pihaknya, hasilnya akan negatif untuk pencalonan Prabowo sebagai capres.
Menurutnya, baliho-baliho itu tersebar di daerah-daerah yang menjadi lumbung suara Prabowo di Pilpres 2019, di antaranya Sumatera Barat (Sumbar), Aceh, Kalimantan Selatan, dan Madura.

Kendati demikian, Dasco mengungkapkan pihaknya telah mengetahui pelaku tersebut. Yakni, pihak yang mempunyai banyak dana dan mampu mengorganisir banyak orang.
“Oh kita tahu. Kita sudah tahu. Karena kan kalau secara masif, dia itukan mengorganisir orang banyak, dananya juga banyak. Ya kita tahu. Tapi ya sudahlah,” ucapnya.
Menindaklanjuti upaya penjegalan Prabowo itu, Dasco mengatakan pihaknya bakal menempuh upaya hukum. Dia sepenuhnya menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap dalang di balik pemasangan baliho-baliho tersebut.
“Kami tidak mau berspekulasi di ranah publik, kami memilih untuk melakukan di jalur hukum,” ucapnya.
Dasco menyatakan, pihaknya masih perlu melakukan pendalaman untuk mengetahui pola sebaran baliho tersebut. Sebab ada dugaan baliho sengaja dipasang di wilayah-wilayah yang menjadi basis massa Prabowo.
“Menurut analisa kami, bisa menurunkan rating Pak Prabowo, ini serangan secara halus,” katanya.
Dia juga telah meminta para kader Gerindra di daerah-daerah untuk segera mencopot baliho-baliho tersebut. (Red-01)












































