
JAKARTA | DETEKSIJAYA.COM – Si Pitung adalah pahlawan Betawi abad ke 19 di Batavia, sepak terjangnya telah menciptakan berbagai legenda tentang riwayat hidup yang sering kali menolong rakyat miskin.
H Debih Setiawan tokoh masyarakat di Cengkareng Timur terkenal sangat dekat dengan anak yatim, fakir miskin dan juga janda tua. Pasalnya santunan atau bantuan kerap kali dia berikan demi mengurangi beban mereka.
Untuk memberikan motivasi atau dorongan agar orang melakukan kebaikan, H. Debih senantiasa memberikan nasehat kepada pemuda sekitar agar tidak jatuh dalam kemaksiatan.
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya) dan barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya dia akan melihat (balasannya). Tidak ada kata lelah dalam berbuat baik, selagi kita hidup di alam dunia ini. Kita harus banyak bermanfaat, selain untuk keluarga kita tapi juga untuk masyarakat sekitar kita, bermanfaat untuk umat bersama-sama membantu masyarakat yang kurang beruntung,” ujar H. Debih
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul amal Cengkareng Timur ini, memiliki kesamaan dengan legenda si pitung yang senantiasa memberikan bantuan kepada anak yatim dan orang tidak mampu secara rutin setiap bulan di kediamannya. Bahkan setiap malam jumat, anak anak yatim melaksanakan pengajian di rumahnya, setelah selesai mereka di berikan santunan.
“Memperoleh kesempatan untuk memberi bantuan jauh lebih memiliki makna nilai kebaikan ketimbang memperoleh kesempatan untuk menerima bantuan, karena sebelum saya menjadi seperti ini dulu saya mempunyai masa lalu yang gelap, yang tidak baik untuk di ceritakan. Kehidupan saya yang keras yang membuat saya susah untuk mengendalikan diri, hingga pada saat saya mulai jenuh dengan semua, seperti ada pertolongan Allah untuk hijrah, alhamdulillah roda berputar sehingga saya bisa menjadi lebih baik,” ungkapnya.

H. Tubagus Debih Setiawan, sebelumnya memanfaatkan momen Muharram dengan mengadakan sunatan masal atau khitanan serta pengobatan gratis yang di adakan di area masjid Nurul Amal, yang melibatkan 55 anak yatim piatu dan 100 untuk warga yang kurang mampu di jalan Fajar Baru RT 014 RW 05, Kelurahan Cengkareng Timur.
“Kegiatan ini kita lakukan untuk membantu warga sekitar, sunatan masal di prioritaskan anak yatim piatu yang kita berikan sembako dan uang lima ratus ribu dan untuk lansia kita kasih pengobatan gratis serta sembako.,” ujarnya.
Pria kelahiran Pandeglang, Banten ini berharap para pengusaha atau orang yang mampu bisa bergotong royong untuk mengurangi beban mereka yang kurang mampu dan memberikan motivasi kepada anak yatim piatu untuk tidak berkecil hati serta tetap semangat walaupun tumbuh tanpa kasih sayang orang tua. (Bams)












































