BEKASI|DETEKSIJAYA.COM- Peringatan Isra Mi’raz merupakan refleksi sejarah dari perjalanan spiritual seorang manusia pilihan yang diangkat oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul yaitu Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam (SAW). Seluruh umat islam terutama di Indonesia senantiasa memperingati hari yang sangat bersejarah ini, bagi umat islam peringatan Isra Mi’raz sebagai momentum memupuk ukhuwah (persaudaraan).
Isra adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Yerusalem) dan Mi’raz adalah perjalanan Rasulullah Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha dua perjalanan spiritual Rasulullah dalam menerima perintah shalat ini hanya dapat dipercaya dengan keyakinan tauhid yang kuat.
Oleh karena itulah umat islam di seluruh Indonesia termasuk Warga Ds. Satria Mekar, Tambun Utara, Bekasi RT 13/12 serempak memperingati Isra Mi’raz di Masjid Al – Iklas perum VGH 5. Acara ini diinisiatori oleh majelis ta’lim Miftahul Jannah pimpinan Ustadzah Siti Maswah.
Isra Mi’raz kali ini kolaborasi antara Majelis ta’lim Miftahul Jannah dengan DKM Masjid Al – Iklas dibawah pimpinan Muh. Ardi yang dibidangi oleh Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Ustadz Sumarzan S.Pd digelar Ahad 28/02/2022 ini dihadiri ratusan jama’ah Masjid dan Majelis Ta’lim di RW 12, Ketua – Ketua DKM di VGH 5, pamong Desa, RW dan Ketua RT 13,14 membuat acara Isra Mi’raz di Masjid Al – Iklas sangat meriah dan khidmat.
peringatan Isra Mi’raz menghadirkan penceramah setempat yang juga tokoh masyarakat dan Ustadz di Villa Gading Harapan 5 Ustadz Nurhadi Mulyo S.Pd,I dalam taushiyahnya Ustadz Nurhadi menyampaikan pesan bagaimana kita sebagai manusia dapat terhindar dari godaan syetan yang bersumber dari teknologi modern.
“Diera teknologi sekarang ini kita harus memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan dan memupuk kebaikan, bijaklah dalam menggunakan teknologi jangan terpedaya oleh teknologi yang dapat menjauhkan kita dari al – qur’an dan Allah, saya miris melihat fenomena yang ada hari ini dimana moral (ahlak) generasi muda islam terancam bahkan bahaya teknologi berupa handphone inipun merasuk ke Ibu – Ibu yang notabene sebagai pendidikan pertama dalam keluarga” tutur Ustadz Nurhadi.
Nurhadi lebih jauh mengingatkan,”diera modern sekarang ini handphone dapat menjadi malapetaka yang dapat menjauhkan kita dari Allah dan merenggangkan silaturahim diantara saudara, keluarga dan tetangga, ada contoh kasus gara gara status whatssap atau facebook bisa bermusuhan, mari kita lebih bijak dalam menyikapi perkembangan zaman,” pungkasnya.
acara diakhiri dengan menyantuni anak – anak Yatim oleh majelis Ta’lim Miftahul Jannah, sejumlah 30 orang anak Yatim disantuni dan anak – anak Yatim terlihat bergembira mendapatkan perhatian dari ibu – ibu majelis ta’lim
acara pun ditutup oleh Ustadz M.Fiqro dengan Do’a, ada hal menarik dalam kegiatan acara Peringatan hari besar islam kali ini yakni adanya kepedulian terhadap anak – anak Yatim hal ini sesuatu yang sangat inspiratif dan jarang dilakukan, smoga dalam setiap peringatan hari besar islam anak – anak Yatim selalu diperhatikan.
satu hal lagi, usai acara sampah bekas air mineral dikumpulkan dan dibawa ke bank sampah Yayasan Indonesia Membangun sejahtera sebuah budaya yang harus dipertahankan guna mempertahankan ekosistem alam atau kelestarian bumi dimana kita tinggal.(red)











































