
DETEKSIJAYA.COM – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar analisa dan evaluasi (anev) program Quick Wins Presisi Triwulan II tahun 2023 di Posko Presisi Mabes Polri pada Selasa kemarin (13/6/2023). Anev ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.
Dalam rapat anev ini, Wakapolri menyampaikan atensi khusus terhadap pentingnya cooling system jelang Pemilu 2024. Meski demikian, ia menyebut Polri telah memiliki kemampuan baik untuk merealisasikan hal tersebut.
“Dari berbagai pengukuran terhadap integritas organisasi dan fungsi pelayanan dasar kepada masyarakat, kemampuan itu sudah dimiliki Polri,” jelas Gatot.
Dalam kesempatan itu, Gatot juga memaparkan data anev terkait penilaian terhadap budaya integritas organisasi. Misalnya pengukuran mengenai larangan Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) bergaya hedonis.
“Dari penilaian per daerah, anev menunjukkan terdapat 2 Polda yang memiliki indeks tertinggi yaitu Polda Kaltara dan Polda Kaltim. Ini saya harap bisa dilihat dan diikuti oleh daerah yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, data layanan publik dasar Kepolisian terhadap masyarakat, meliputi layanan hotline, patroli siber, dan aduan melalui media sosial, sejumlah Polda diharapkan dapat menjadi teladan bagi daerah lainnya.
“Optimalisasi layanan hotline 110 sebagai sarana pengaduan masyarakat diperoleh 2 Polda dengan indeks tertinggi, yaitu Polda Jabar dan Jatim. Kembali, penilaian ini perlu diteladani oleh daerah lainnya,” jelasnya.
Adapun data anev untuk optimalisasi patroli siber hampir terjadi di seluruh Polda. Berdasarkan paparan Gatot, terdapat 20 polda memiliki indeks tertinggi.
Selain itu, data anev terkait aduan masyarakat melalui media sosial menunjukkan Polda Bengkulu dan Sumsel merupakan dua daerah yang memiliki tingkat aduan tinggi dan direspons dengan baik oleh satuan wilayah tersebut.
“Ini penting dalam era digital, aduan masyarakat langsung melalui media sosial yang sering disebut viral itu. Penting bagi kepolisian untuk merespons aduan semacam ini. Tentu saja biar bisa merespons itu, harus melakukan monitoring dengan baik,” tegasnya.
Dari data anev yang terhitung, Gatot menekankan bahwa cooling system sebagai respon terhadap dinamika situasi politik jelang Pemilu 2024 harus mengutamakan Harkamtibmas dengan mengoptimalkan patroli yang menargetkan kejahatan konvensional.
“Lakukan respon cepat laporan dan aduan yang meresahkan masyarakat,” tegasnya. (Red-01/*)












































