SIDOARJO | DETEKSIJAYA.COM – Usai dilanda pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan pelatihan SPA dan Refleksiologi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,untuk memajukan perekonomian dan sebagai penopang kehidupan sehari-hari.Nampak puluhan warga Tulangan mengikuti dalam pembukaan Pastry dan SPA Refleksiologi di Kecamatan Tulangan, Senin (29/8/22).
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan, Sosiologi terbentuk dan komitmen kabupaten untuk memastikan bahwa seratus ribu lapangan kerja di Kabupaten Sidoarjo bisa tercapai.
Kebetulan di tahun kemarin track recordnya 18.000 semua aspek AKL, AKD, harapannya adalah nanti di tengah TPT yang cukup tinggi. Angka pengangguran terbuka Sidoarjo mulai dari 4,72 persen jadi 10,8 persen ini sambil nunggu BTS besok di November akan keluar disurvei terbaru terkait pengangguran terbuka.
“Saya harapkan Kabupaten Sidoarjo juga berani mengambil sikap, kemudian angka pengangguran ini berkurang,” ujar Gus Muhdlor.
Masih kata Gus Muhdlor, salah satunya adalah dikikis dengan pelatihan seperti ini. Dan pelatihan seperti ini juga kami harapkan bukan hanya mengikis angka pencari kerja , tetapi juga membuka lapangan kerja yang baru jadi dobel.
Selanjutnya yang bisa kami sampaikan bahwa di tengah kompleksitas persaingan antar daerah, antar SDM dalam rangka pertumbuhan ekonomi apalagi pasca Covid-19. Maka hal terbaik bagi pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dan harus didorong penuh adalah memastikan bahwa warganya punya kapasitas dan softskill yang ada.
“Kapasitas-kapasitas ini yang harus di dorong termasuk beberapa pelatihan seperti ini, sehingga warga itu punya nilai tambah dibanding dengan yang lain. Saya yakin kalau secara SDM lebih bagus dari kabupaten yang lain. Dan itu terbukti dari angka IPM yang dalam kategori sangat tinggi, angkanya di atas 8. Angka IPM yang cukup tinggi ini cukup bagus di kabupaten Sidoarjo, tetapi harus dilengkapi juga dengan peningkatan-peningkatan kapasitas dan skill-skill yang lain apapun itu,” pungkas Gus Muhdlor.


Camat Tulangan Didik Widoyoko, S.Sos. M.MT mengatakan, seperti harapan Pak Bupati ini bisa menciptakan entrepreneur individu yang bisa menciptakan bisnis yang baru. Orang yang mempunyai skill untuk bisa mengembangkan ilmunya kemudian bisa memperoleh peningkatan pendapatan. Karena targetnya tidak jadi pekerja tetapi menciptakan lapangan kerja.
Harapannya yang sudah dilatih bisa mengajak tetangganya untuk saling membantu, sehingga potensi orang yang meningkat pendapatannya itu lebih banyak.
“Sebanyak 40 peserta yang mengikuti pelatihan kali ini,yang 20 pastri dan 20 terapi. Untuk kegiatan pelatihan ini maksimal 12 hari,” terang Didik Widoyoko.
Salah satu warga Desa Gilang,Anita Rusdiana (30) kepada wartawan dilokasi mengatakan, ikut kegiatan ini mencari ilmu, dengan adanya pelatihan ini senang bisa belajar dan selanjutnya bisa mempraktekan untuk mengembangkan.
“Hari ini perkenalan dan teori-teori, kegiatan selama dua belas hari,” pungkasnya. (nug)













































