SIDOARJO I DETEKSIJAYA. COM – Miris dan memprihatinkan pembangunan terminal dan halte bus di Pasar Porong baru, yang mana menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah terlihat tidak difungsikan. Hal ini terlihat kerap dipakai ajang bongkar muat sayuran parkir dan tiduran.
Kepada Deteksijaya.com , Selasa (12/4/2022) Supriyono (52) yang biasa dipanggil Ambon mengatakan, Sa’niki niku sepeda motor itu kan banyak, bus itukan ya ada tapi jarang,katanya.
“Sangat disayangkan (eman) karena dalam prosesnya pembangunan menghabiskan uang yang tidak sedikit dan sekarang tidak ,”ketus Ambon
Semoga kalau bisa Bus dan terminalnya bisa difungsikan lagi guna transportasi warga, imbuhnya.
Ditempat yang berbeda Bu Samiatun (56) warga yang sehari-harinya penjaga ponten umum sangat menyayangkan atas tidak difungsikannya terminal (halte bus khusunya). Pasalnya bus jurusan Pasar Porong -Bungurasih sudah tidak beroperasi lagi.
Sudah lama sebelum pandemi, sudah tidak jalan. Tentunya sangat prihatin , uang sekian banyak dikeluarkan buat pembangunan, sekarang tidak difungsikan lagi.
“Kalau bisa ya bus nya jalan lagi dan Halte di terminal ini difungsikan lagi,supaya tidak terlihat mangkrak dan kumuh. Kalau pas hujan banyak digunakan bongkar muat orang kulak sayur,”ungkap Samiatun.
“Terkesan kumuh malah dibuat parkiran, dan bongkar muat kulakan sayur di pasar Porong,kalau hujan bongkar muat disini,” pungkas penjaga ponten umum yang sudah 6 tahun jaga ponten itu
Bersama Pak Suparman (56) menambahkan,setuju sekali kalau terminal ini difungsikan.Dan bisa sebagai sarana angkutan bukan sebagai bongkar muat,ujar pelaku jual beli sepeda motor yang tiap hari mangkal di terminal.
Sampai berita ini dimuat pihak Dishub Kabupaten Sidoarjo belum bisa dihubungi dan konfirmasi.Nug/Dn













































