JAKARTA| DETEKSIJAYA.COM – Seperti oase di Gurun pasir itulah pribahasa yang tepat untuk menggambarkan keadilan di negeri ini (Indonesia).
Puluhan nelayan Muara Angke menggeruduk kantor Podcast RH Chanel guna mencari “keadilan”.
Tentu hal ini membuat Refly Harun sedikit bingung karena dirinya tak pernah menerima aduan atau kasus dari masyarakat namun sebagai orang yang memposisikan diri sebagai pembawa aspirasi rakyat Ia (meyakini) keluhan masyarakat harus didengar dan disuarakan.
Dalam wawancaranya antara kelompok nelayan Muara Angke dibawah naungan Koperasi Mina Jaya Refly menyambut baik kedatangan puluhan nelayan tersebut.
” saya tidak pernah menerima aduan atau kasus namun karena ini adalah aspirasi atau keluhan masyarakat maka saya terpanggil untuk mendengarkannya sehingga para nelayan ini mendapatkan apa yang menurut mereka adil atau keadilan” sambut Refly
“Semoga apa yang mereka (para nelayan) keluhkan atau harapkan ini didengar oleh pihak yang berkompeten dalam hal ini Gubernur Anies Baswedan” sambung Refly
Melalui H. Yusron penasehat koperasi Nelayan (Mina Jaya) mereka sudah 10 kali bersurat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mau audiensi dengan para nelayan Muara Angke.
“Kami sudah bersurat sepuluh kali kepada Gubernur Anies agar mau audiensi dengan kami dan bahkan kami juga sudah datang ke Balai Kota dua kali untuk bertemu dengan gubernur namun tidak ketemu karena sedang di Indonesia Timur,” ungkap H.Yusron kecewa.
Refly juga berjanji datang ke Muara Angke untuk sekedar menikmati ikan bakar disana.
Wajah nelayan Muara Angke terlihat ceria penuh harapan setelah bertemu Refly mereka berharap Refly dapat menjembatani mereka bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Mereka hampir putus asa memperjuangkan hak mereka yakni status tanah yang mereka tinggali seluas 5 hektar mereka menginginkan tanah tersebut dibuat surat HGB diatas tanah negara bukan HGB diatas HPL.













































