
Kartasura, DETEKSIJAYA.COM – Pementasan perdana Wayang Babad Kartasura yang digelar di Petilasan Kraton Kartasura, Jumat (2/11), berlangsung sangat meriah. Meskipun hujan deras mengguyur, antusiasme warga setempat tidak surut, mereka tetap menyaksikan hingga acara selesai.
Pagelaran ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti dengan pertunjukan Tari Bedhayan Manunggal Rasa dari sanggar Paseban Siwi. Selanjutnya, ditayangkan dokumenter tentang Wayang Babad Kartasura, diikuti dengan Tari Teatrikal Sedulur Papat Lima Pancer dari Padepokan PRSH asuhan Bapak Sugeng. Acara semakin semarak dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, serta penyerahan tiga gunungan wayang kepada tiga dalang oleh KRT Djuyamto Rekso Pradoto, SH., M.H.
Kolaborasi Tiga Dalang Asli Kartasura
Wayang Babad Kartasura ini dipentaskan oleh tiga dalang asli Kartasura, yakni Ki Wahyu Dunung Raharjo, Ki Tulus Raharjo, dan Ki Amar Pradopo. Mereka membawa penonton menyusuri kisah sejarah berdirinya ibu kota Mataram di Kartasura, terbunuhnya Kapitan Tack, hingga peristiwa Geger Pacinan yang menggemparkan kedhaton Kartasura.

KRT Djuyamto Rekso Pradoto, yang juga merupakan penggagas Wayang Babad Kartasura, menyampaikan rasa bahagianya. “Dulu ini hanya sebuah ide, dan sekarang kita bisa menyaksikan hasilnya dalam bentuk pagelaran wayang kulit yang luar biasa,” katanya.
Sebagai seorang hakim dan Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Djuyamto juga mengungkapkan rasa bangganya kepada para dalang dan pengrawit yang dengan kerja kerasnya berhasil menyukseskan pementasan ini dalam waktu singkat, meskipun menggunakan model wayang yang baru.
Djuyamto menambahkan bahwa meskipun secara teknis pagelaran ini sudah sangat baik, ia berharap agar aspek sejarah yang disajikan dapat terus disempurnakan. “Sejarah tidak bisa dikarang begitu saja. Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap sumber otentik untuk memastikan akurasi cerita,” ujarnya.
Perayaan HUT Kartasura dan Edukasi Sejarah
Pementasan ini sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kartasura yang ke-344 dan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Wayang Nasional. Djuyamto berharap Wayang Babad Kartasura dapat menjadi media edukasi sejarah bagi masyarakat, terutama generasi muda, tentang peran penting Kartasura dalam sejarah Mataram.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Masyarakat
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Gusti Ratu Wandansari, Camat Kartasura, serta Kapolsek dan Danramil setempat. Tak hanya itu, para seniman, tokoh agama, dan masyarakat setempat juga turut meramaikan pagelaran ini.
Ketua Panitia Pementasan, Egi Raf, mengungkapkan rasa syukurnya atas lancarnya acara tersebut. “Terima kasih kepada KRT Djuyamto SH., M.H yang telah memberikan dukungan penuh. Semoga acara ini membawa kebaikan bagi banyak orang,” ujar Egi.
Dengan suksesnya pementasan perdana Wayang Babad Kartasura, acara ini diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya dan sejarah Kartasura serta menginspirasi generasi mendatang untuk lebih mengenal dan mencintai sejarah lokal. (Ramdhani)












































