SIDOARJO I DETEKSIJAYA.COM –
Guna memenuhi kebutuhan hidup , sepasang pasutri lansia Eko Santoso (74) dan Rhodiyah (57) , masih bersemangat mengais rezeki dengan menjual koran juga majalah. Tak terasa sudah enam puluh tiga tahun bergelut denganl media cetak.Hal ini dilakukan untuk membesarkan ke lima putra dan putrinya.
Keseharian nya kakek Eko Santoso menjual koran , majalah dan tabloid di jalan Jenggolo Porong, tepatnya depan Pusdik Sabhara. Bergelut informasi menjual media cetak dan bertahan walau bersaing dengan Handphone.
Eko Santoso, Senin (23/5/2022) warga Sawahan, RT 3 Kecamatan Porong saat ditemui wartawan menceritakan , awalnya saya jualan koran keliling. Saat itu dulu hanya koran Dinamika,Terompet Masyarakat, Merdeka , Obor Revolusi, dan koran berita Mingguan. Namun sekarang sudah tidak ada semua. Hal itu saya lakukan sejak sekolah SD Kelas 5 sampai sekarang.
“Sudah 63 tahun jualan koran dan lain -lain, dulu di halte bus seberang tahun 1963, pindah disini (Sampai sekarang) tahun 1978 di jl.Jemggolo Porong depan Pusdik Sabhara, agen koran paling lama. Kami berdua (bersama istri saya) yang jaga kios ini,” jelas Eko Santoso.
Ditempat yang sama istri pak Eko Bu Rhodiyah (57) menambahkan, saya sambil jualan gorengan, kalau tidak gitu tidak mencukupi untuk kehidupan dan dapur.
“Saya buka jam lima pagi, sama kios koran juga, dan yang jaga saya sama bapak (suami) berdua jaganya sampai tutup jam setengah dua siang,” ujar Bu Rhodiyah.
Kakek dan nenek yang sudah memiliki 9 cucu perempuan dan laki-laki ini mengatakan, saat ini yang kami jual Jawa Pos, Radar, Duta Masyarakat, Harian Bangsa, dan Memorandum juga Tabloid Nyata, Bola, Nova dan masih banyak lagi. Kalau tidak habis dikembalikan, jadi totalan bayar yang laku , yang tidak laku direturned (dikembalikan).
“Tidak nutut sekarang, karena semua sudah kalah sama hp. Omset penjualan sehari 200 ribu mas tiap hari ya dari koran, apalagi sekarang semua koran maupun tabloid sudah kalah sama hp,” jelas Eko dibenarkan istrinya.
“Makanya saya sambi jualan gorengan komplit jajan kuno, ada serawut, jemblem, ote-ote tahu isi, pohong goreng, lento, telo, pohong dan godho tape dan lain-lain ,” pungkas Bu Rhodiyah.
Sementara Wawan (45) salah satu pembeli koran, yang kebetulan saat membeli koran Duta Masyarakat mengatakan, saya kalau pas tidak beli disini ya dikota.
“Saya liat yang jaga sudah tua dan harapannya kalau bisa pemilik media maupun orang kantor (redaksi) ada perhatian dengan sedikit rezeki yang bisa diberikan kepada pak Eko dan istrinya. Karena sangat membantu dengan menjual dan memasarkan koran ( jaga kios koran) . Untuk pemerintah Kabupaten maupun Kecamatan, bahkan Pemdes bisa mengupayakan bantuan yang ada saat ini,”pungkas Wawan.Nug / Dn













































