
DETEKSIJAYA.COM – Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung, ST Burhanuddin dalam rangka terus menguatkan tradisi silaturahmi sebagai tanda sinergitas yang erat dalam rangka bersih-bersih di BUMN.
Dalam kunjungannya ke Kejaksaan Agung kali ini, Erick yang ditemani Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari silaturahmi yang harus berkelanjutan untuk mensinergikan program dan data-data yang harus ditindaklanjuti.
“Ini adalah bagian silaturahmi yang harus berkelanjutan. Sinergitas program, tidak mungkin tidak ada saling menyapa, atau saling sinkronkan data-data yang harus ditindaklanjuti,” ujar Erick saat menggelar Konferensi Pers bersama Jaksa Agung di Lobby Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (6/3).
Erick mengaku bersyukur, kerja sama Kementerian BUMN dan Kejaksaan Agung telah memberikan hasil signifikan, antara lain restrukturisasi Garuda Indonesia.
Menurutnya, kerja sama ini tak hanya sekadar mengangkat kasus, akan tetapi juga menyelesaikan kasusnya. “Ahamdulilah, berkat kerja keras Kejaksaan. Salah satu yang sangat monumental adalah (saat) selesaikan isu restrukturisasi Garuda menyeluruh saat itu,” ungkap Erick.
Erick menuturkan, agenda penting dalam pertemuan kali ini adalah perapihan administrasi dalam perkara Asuransi Jiwasraya. Disebutnya, ini menjadi prioritas karena menyangkut kepentingan publik.
“Jiwasraya dan Waskita, banyak berhubungan dengan publik. Jangan sampai publik dikorbankan atau dicederai. Sebab perlindungan ke publik, seperti kata pak Jaksa Agung, adalah prioritas,” tutur Erick.
Demi penyelesaian menyeluruh termasuk dalam hal administrasi, Erick mengatakan, pihaknya sangat memahami posisi Kejaksaan Agung. “Kami di Kementerian BUMN sangat mendukung posisi pak Kejagung. Maka itu, selesaikan administrasi menyeluruh, yaitu disinkronkan. Sudah bagus proses Jiwasraya selama 2 tahun ini. Tetapi yang krusialnya adalah dalam 6 bulan kedepan,” katanya.
Sementara itu, Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengatakan, sinergitas kedua institusi ini tidak terlepas dari upaya bersih-bersih BUMN yang terus berlanjut.
Terkait bersih-bersih BUMN, sebut Burhanuddin, salah satu yang akan ditangani tidak lain penyelesaian aset-aset Jiwasraya yang tidak cuma menarik tapi memang sudah menyangkut dengan masyarakat luas.
“Kita berusaha menyelesaikan kasus-kasus dalam rangka bersih-bersih di BUMN, antara lain Jiwasraya yang berhubungan dengan masyarakat luas,” sebutnya.
“Dan lain-lain, banyak yang kami bicarakan tadi,” imbuh Burhanuddin. (Red-01/*)












































