
DETEKSIJAYA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai uoaya pembebasan pilot Susi Air Philip Makr Mehrtens (37) yang ditawan KKB pimpinan Egianus Kogoya di Papua. Dia menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini telah melakukan berbagai upaya untuk membebaskan pilot Susi Air tersebut.
Kendati demikian, Presiden Jokowi mengaku tidak mungkin membeberkan upaya yang telah dilakukan pemerintah itu kepada publik.
“Sebetulnya banyak hal yang kita lakukan di sana tetapi tidak bisa saya buka di sini,” katanya kepada wartawan di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/7/2023).
Presiden Jokowi menekankan, pemerintah akan terus melakukan negosiasi dengan pihak KKB meski batas waktu negosiasi yang mereka sediakan sudah terlewati.
“Kita akan terus berusaha, bernegosiasi,” ucapnya.
Sebelumnya KKB di bawah pimpinan Egianus Kogoya mengancam akan menembak Philips Makr Mehrtens pada Sabtu (1/7/2023) lalu, setelah berakhirnya batas negosiasi yang mereka berikan.
Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan pihaknya tidak mau menggunakan senjata dalam upaya pembebasan Philip. Menurutnya, cara tersebut akan memberi dampak buruk kepada warga yang berada di daerah setempat.
“Ya kita tidak mau berhadap dengan tadi, kekerasan senjata karena nanti dampaknya pasti pada masyarakat,” katanya, Jumat (30/6/2023).
Yudo memastikan negosiasi masih menjadi opsi utama. Dikatakan, negosiasi itu juga mengedepankan peran masyarakat sipil seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Kami sudah sampaikan kepada pemerintah daerah melalui Pangdam Cendrawasih dan Pangkogabwilhan III. Ya, kami tetap mendahulukan tokoh agama, tokoh masyarakat untuk melaksanakan negosiasi,” ujarnya.

Sekedar informasi, pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru, Philip Makr Mehrtens diculik dan ditawan kelompok separatis terafiliasi OPM, yang juga disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok separatis teroris (KST) pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 saat dia mendaratkan pesawatnya di Lapangan Terbang Paro, Nduga, Papua Pegunungan.
Philip mengaku diancam akan ditembak mati oleh KKB jika pemerintah Indonesia tidak segera melakukan negosiasi paling lama hingga 1 Juli 2023. (Red-01/*)












































