JAKARTA | DETEKSIJAYA.COM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyampaikan pihaknya siap membuka data pembangunan yang dikerjakan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Hal ini disampaikan Moeldoko menanggapi sindiran Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut Jokowi hanya meneruskan proyek pembangunan infrastruktur era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan sekedar gunting pita.
“Semua pekerjaan infrastruktur yang dikerjakan presiden ada datanya. Dan itu bisa diperbandingkan, supaya ini clear,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/9).
Moeldoko menegaskan KSP (Kantor Staf Presiden) memiliki data lengkap ihwal pembangunan. Dia menyatakan KSP yang akan merilis data pembangunan guna meluruskan pertanyaan yang beredar di publik.
“Nanti datanya KSP yang akan rilis,” imbuhnya.
Menurut Moeldoko, data-data tersebut bisa diperbandingkan agar masyarakat bisa menilai infrastruktur yang telah dikerjakan Jokowi selama menjabat sebagai presiden.
Moeldoko menilai seharusnya tak perlu dibanding-bandingkan apa saja yang dilakukan Jokowi dan SBY.
“Jadi jangan, enggak perlu membanding-bandingkan seperti itu. Ada datanya kok, kenapa harus membandingkan,” jelas Moeldoko.

Sebelumnya, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyindir pemerintahan saat ini banyak mendapat limpahan proyek setengah jadi dari masa kepemimpinan Presiden SBY.
Menurut AHY, tak sedikit proyek yang sebenarnya sudah dimulai di era sebelumnya.
“Nyatanya banyak (di zaman SBY). Drencanakan, dipersiapkan, dialokasikan anggarannya, dan dimulai dibangun sehingga banyak yang sudah 70 persen, bahkan tinggal 10 persen, tinggal gunting pita. Setahun gunting pita kira-kira masuk akal enggak?” ucap AHY dalam Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2022).
Dia mengatakan, klaim-klaim sepihak oleh pemerintahan saat ini membuatnya tidak bisa berkata-kata.
Di sisi lain, AHY mengaku tidak perlu apresiasi untuk kerja-kerja SBY di masa lalu.
“Kadang-kadang saya speechless juga mengatakannya. Tapi kenapa sih, kita tidak kemudian mengatakan terima kasih telah diletakkan landasan, telah dibangun 70 persen, 90 persen, sehingga kami tinggal 10 persen tinggal gunting pita. Terima kasih Demokrat, terima kasih SBY, begitu,” ungkap AHY. (Red-01)













































