
DETEKSIJAYA.COM – Jumlah korban kerusuhan Kanjuruhan terus bertambah. Berdasarkan data terbaru yang diungkap Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, sebanyak 180 orang meninggal dunia dan 191 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu malam (1/10/2022).
“Meninggal dunia 180 orang dan yang mengalami luka-luka ada 191 orang,” sebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo, Minggu (2/10/2022).
Wiyanto menyampaikan, dari jumlah 180 orang korban meninggal, sebanyak 25 jenazah belum teridentifikasi. Sementara 191 orang yang mengalami luka-luka masih dirawat di rumah sakit.
“Korban meninggal dunia akibat terinjak-injak, kehabisan napas dan sakit dada,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan kerusuhan.
Suporter tuan rumah menerobos masuk ke dalam lapangan begitu pertandingan usai. Mereka melampiaskan kekesalan lantaran tim jagoan mereka kalah 2-3 dari Persebaya.

Terkait dengan tragedi tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan turut berdukacita yang mendalam dan berharap tragedi ini menjadi yang terakhir bagi dunia sepak bola Indonesia.
“Pemerintah secara umum, dan khususnya Bapak Presiden Joko Widodo, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada tanggal 1 oktober 2022. Kepada keluarga yang ditinggalkan supaya diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT, Tuhan YME, dalam menerima musibah ini,” ucap Zainudin dalam keterangannya, Minggu (2/10).
Menurutnya, tragedi Kanjuruhan sangat memprihatinkan dan mengecewakan. Sebab, di tengah upaya seluruh pihak yang sedang membangun sepak bola nasional, tiba-tiba ternodai dengan kejadian tersebut.
Alhasil, Zainudin menyampaikan, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan melalui Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) kepada Menpora dan Kapolri untuk segera menginvestigasi secara serius dan mengusut tuntas penyebab terjadinya kerusuhan yang menewaskan ratusan orang itu.
Menindaklanjuti arahan presiden tersebut, Zainudin mengaku, dirinya langsung berkoordinasi dengan Kapolri dan Ketua Umum PSSI untuk segera mengambil langkah penanganan secara cepat dan tepat.
“Saya berharap, kita harus mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepak bola, baik kompetisi maupun turnamen, agar tragedi Kanjuruhan ini tidak terulang lagi di masa depan. Kita jadikan tragedi ini sebagai pelajaran berharga yang memilukan kita semua dan harus menjadi yang terakhir,” ucapnya. (Red-01)












































