JAKARTA | DETEKSIJAYA.COM – “Sebuah lukisan tidak hanya di nilai dari apa yang terlihat oleh mata dan terucap melalui kata, tetapi sebuah karya lukis yang baik dapat juga di nilai dari apa yang di rasakan seseorang saat memandang lukisan itu”.
Ungkapan itu di ucapkan oleh salah seorang pelukis realis yang terkemuka, M Yatim Mustafa. Memang jika kita melihat karya-karya terbaik dari pelukis asal Sumatera Utara ini, lukisan nya tidak hanya mengandung sisi keindahan dan keanggunan semata, namun juga sarat akan nilai nilai filosofis kehidupan.
Salah satu lukisan karya M Yatim yang dapat di sejajarkan dengan karya para maestro seperti Affandi, Antonio Blanco, Bonet, Rusli, Widayat hingga Hendra Gunawan ini adalah lukisan bernuansa biru yang berjudul “Light at The End Of The Tunnel”.
Lukisan itu menarik perhatian para kolektor dunia pada saat bursa lelang lukisan bertaraf internasional yang di adakan di Shangri-La Hotel, di Jakarta awal Oktober 2021 lalu.
Menurut pelukis yang pernah memperdalam gaya melukis realis kepada pelukis kenamaan Indonesia, Dullah, dalam lukisan itu diri nya menggambarkan tentang kondisi masyarakat di masa pandemi covid 19.
“Pada masa pandemi ini saya melihat banyak daerah bahkan negara yang di lock down, masyarakat terkungkung, hingga membuat roda ekonomi dan bisnis yang lumpuh, tidak berjalan” ujar nya. Kondisi seperti itu di terjemahkan, seakan akan masyarakat terjebak dalam sebuah ruang gua atau tunnel yang penuh dengan kegelapan, namun di ujung gua tersebut terdapat secercah cahaya.

“Maksud lukisan itu adalah meskipun kita masih berada dalam ruangan atau keadaan yang gelap, namun hendaknya kita harus tetap bergerak dan kita harus yakin bahwa di ujung sana ada cahaya. Maka nya saya beri judul lukisan tersebut Light at The End Of The Tunnel” ungkap nya.
Tentu nya “Light at The End of The Tunnel” itu lahir tidak hanya dari proses kurasi yang panjang, detail dan melelahkan, tetapi juga karya itu terbentuk dari sebuah ide dan imajinasi dalam membaca dan menerjemahkan sebuah realita sosial yang terjadi di masyarakat.
“Apa yang ingin saya sampaikan merupakan gambaran tentang sebuah proses , dimana dari kondisi gelap menjadi terang, dari yang tidak ada kemudian berproses menjadi ada” ucapnya.
Proses itu akan terus berjalan dan tidak akan pernah bisa selesai, karena akan selalu lahir ide ide yang baru. Salah satu ide baru yang tertuang dalam karya lukisan yang kini terpajang di Linda gallery, Jakarta dan kembali akan di perkenalkan dalam bursa lelang adalah sebuah lukisan nya yang berjudul “The Lucky of Light” Atau “Cahaya Keberuntungan”.
Lukisan itu menggambarkan sekumpulan ikan berwana merah yang berenang menuju permukaan yang terdapat cahaya dengan membentuk angka 9. Seperti lukisan karya M yatim lainnya, tentu nya ” The Lucky Of Light” itu tidak hanya mengandung unsur seni dan keindahan, namun juga sarat akan makna filosofis dari sebuah kehidupan..
(surya)













































