JAKARTA | DETEKSIJAYA.COM – Guna mencegah terulangnya peristiwa kecelakaan pesawat, seperti jatuhnya pesawat latih tempur jenis T-50i Golden Eagle milik TNI AU jatuh di Desa Nginggil, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Senin (18/7/2022) dan pesawat latih TNI AL jenis Bonanza G-36 T-2503 di Selat Madura, Rabu (7/9/2022), Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta jajarannya untuk segera mengevaluasi seluruh pesawat milik TNI.
“Evaluasi harus untuk meminimalkan semaksimal mungkin kecelakaan,” kata Jenderal Andika kepada wartawan pada acara Naval Expo 2022 dalam rangka memperingati HUT Ke-77 TNI Angkatan Laut (AL) di Balai Samudera, Jakarta, Minggu (11/9/2022).
Panglima TNI mengaku, pihaknya bakal menggandeng Komite Nastional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dalam melakukan investigasi kecelakaan pesawat. Menurutnya hal itu diperlukan untuk memastikan hasil investigasi bersifat transparan.
“Kami akan transparan. Sejak insiden jatuhnya pesawat T-50i Angkatan Udara yang lalu, belum lama di sekitar Iswahjudi Madiun dan sekarang juga, pesawat Bonanza, kami melibatkan KNKT supaya juga transparan,” kata Jenderal Andika.
Sebelumnya, pada hari Rabu (7/9) sekitar pukul 09.30 WIB, pesawat Bonanza milik TNI AL mengalami kecelakaan dan jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Jawa Timur.
Dalam peristiwa tersebut, dua prajurit TNI AL penerbang pesawat gugur dalam kecelakaan ini.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan belum bisa mengungkap penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
Ia menyatakan, pihaknya akan menunggu hasil investigasi bersama KNKT rampung dilakukan terlebih dahulu. “Dengan badan pesawat yang telah ditemukan, kami bentuk tim dan melibatkan KNKT,” ujar Yudo.
Yudo juga menyampaikan bahwa seluruh pesawat latih TNI AL jenis Bonanza G-36 T-2503 saat ini tidak beroperasi terlebih dahulu sambil menunggu investigasi itu.
“Jadi, saya sampaikan untuk sementara waktu semua pesawat jenis Bonanza, kami grounded dulu untuk kepentingan investigasi. Kami punya tujuh unit pesawat jenis itu,” ungkapnya ketika memberikan keterangan pers di Mabes TNI Angkatan Laut (AL) Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/9) lalu.
Dengan keputusan baru ini, acara demo atraksi pesawat G-36 Bonanza yang semula akan dilakukan dalam rangka memperingati HUT TNI AL, ditunda.
“Kami prioritaskan dulu untuk kepentingan investigasi. Kecuali akan digunakan untuk kepentingan operasi yang sangat urgent, baru kita laksanakan. Tetapi, selama tidak urgent, hanya untuk latihan atau demo, maka kami bisa tunda atau hentikan dulu,” kata Yudo. (Red-01)













































