
Jakarta, DETEKSIJAYA.COM – Dengan semakin dekatnya masa pensiun Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI), diskusi mengenai penggantinya semakin memanas. Di tengah isu kesejahteraan hakim dan mogok kerja yang terjadi baru-baru ini, muncul pertanyaan besar: siapa yang akan memimpin MA RI ke depan?
Proses suksesi ini diwarnai oleh tuntutan kesejahteraan yang diperjuangkan oleh Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI). Para hakim menuntut perbaikan hak-hak mereka, termasuk cuti bersama, yang dinilai penting demi menjaga kualitas peradilan. Isu ini telah menjadi perhatian utama, menambah dimensi baru dalam pemilihan Ketua MA yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2024.
Calon Ketua yang Mencuat
Dari 47 hakim agung yang ada, beberapa nama kuat telah muncul sebagai calon potensial untuk memimpin MA RI periode 2024-2029. Nama-nama tersebut mencerminkan pengalaman panjang dan kredibilitas di dunia peradilan, dan dukungan internal para hakim akan sangat menentukan hasil akhir.

Berikut ini empat kandidat utama:
- Prof. Dr. H. Haswandi, SH, SE, MHum, MM – Lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, Haswandi dikenal sebagai Hakim Agung Kamar Perdata. Dengan pengalaman yang luas di peradilan umum, ia berperan dalam memeriksa dan menyelesaikan perkara pidana dan perdata di tingkat pertama.
- Prof. Dr. Sunarto, SH, MH – Lahir di Sumenep, 11 April 1959, Sunarto saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial. Kariernya dimulai sejak 2015, dan dia telah memimpin Kamar Pengawasan sejak 2017, menunjukkan kapasitasnya dalam menjaga integritas lembaga.
- Prof. (H.C.) Dr. H. Yulius, SH, MH – Pria kelahiran Bukittinggi ini telah berkarier sebagai hakim sejak tahun 1984. Ia kini menjabat sebagai Ketua Kamar Tata Usaha Negara, dan dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus penting di ranah hukum administrasi.
- Dr. H. Prim Haryadi, SH, MH – Seorang putra Minangkabau yang lahir di Bengkalis, Riau, Prim Haryadi saat ini menjabat sebagai Ketua Kamar Pidana MA sejak 2021. Dengan pengalaman panjang dalam berbagai posisi, ia dipandang sebagai salah satu tokoh kunci dalam dunia peradilan Indonesia.
Aroma Pemilihan Semakin Kuat
Menjelang pemilihan, suasana di kalangan hakim dan keluarga besar Mahkamah Agung semakin dipenuhi dengan diskusi tentang suksesi ini. Tak hanya di kalangan internal, publik juga menunjukkan minat besar terhadap siapa yang akan memimpin lembaga tertinggi peradilan ini.
Kelompok Kerja Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung RI (Pokja FORSIMEMA-RI) turut menyuarakan harapan agar Ketua MA yang terpilih nantinya tidak hanya mampu menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pemimpin lembaga, tetapi juga peka terhadap kritik publik dan aspirasi pencari keadilan. Mereka juga menekankan pentingnya kerja sama dengan media sebagai bagian dari edukasi hukum bagi masyarakat.
Suksesi ini menjadi momentum krusial, di mana masyarakat dan hakim berharap pemimpin baru MA RI akan membawa perubahan signifikan dalam memperbaiki kesejahteraan hakim dan meningkatkan kualitas peradilan. Pemilihan yang akan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang ini akan menjadi penentu arah baru bagi Mahkamah Agung Republik Indonesia. (Ramdhani)












































