
JAKARTA, DETEKSIJAYA.COM – Tokoh masyarakat Limapuluh Kota sekaligus mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, meminta polemik terkait video viral yang disebut menyeret nama Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, tidak mengganggu jalannya pemerintahan di daerah tersebut.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026), Ferizal menegaskan kehadirannya bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah, melainkan mencari jalan terbaik agar persoalan tersebut tidak semakin meluas.
“Kami di sini tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi kami berupaya mencari kebaikan, agar tidak ada yang perlu dipersalahkan, dan Bupati tetap fokus bekerja membangun Limapuluh Kota,” ujar Ferizal di hadapan awak media.
Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memulihkan nama baik Safni yang tengah menjadi sorotan setelah beredarnya video yang diduga mirip dirinya. Ferizal menyebut pertemuan dengan media di Jakarta sengaja dilakukan untuk memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Ferizal, yang diketahui merupakan rival politik Safni dalam Pilkada Limapuluh Kota 2024–2029, mengatakan situasi yang berkembang di daerahnya perlu disikapi secara jernih agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan.
“Ruang terbuka ini untuk klarifikasi dan komunikasi langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan bagi rekan-rekan media di Jakarta,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, peristiwa itu bermula ketika Safni menerima panggilan video dari seseorang yang belakangan diketahui merupakan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Sarolangun, Sarolangun.
Dalam percakapan tersebut, pelaku diduga merekam kondisi pribadi korban dan kemudian melakukan pemerasan.
Ferizal mengatakan aparat dari Polda Sumatera Barat telah mengamankan pelaku karena kasus tersebut diduga bermotif pemerasan.
“Motif pelaku adalah pemerasan. Polda Sumbar bahkan sudah mengamankan pelaku,” ujarnya.
Meski demikian, Ferizal berharap persoalan itu tidak terus dibesar-besarkan karena dinilai tidak menimbulkan kerugian langsung kepada masyarakat. Ia menyebut Safni juga telah menyampaikan komitmen untuk lebih berhati-hati ke depan.
“Secara moral, beliau berjanji tidak akan mengulangi perilaku tersebut,” kata Ferizal.
Ia juga meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil langkah yang dapat memperkeruh suasana, termasuk rencana aksi demonstrasi ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Menurut dia, penyelesaian persoalan sebaiknya dilakukan dengan tabayyun agar konsentrasi kepala daerah tetap terjaga.
“Jangan sampai hal-hal seperti ini mengganggu konsentrasi Bupati dalam membangun daerah Limapuluh Kota,” tutup Ferizal. (Ramdhani)











































